Mengenal Metode Parenting Islami

Agama Islam memiliki konsep yang jelas mengenai metode parenting Islami. Allah SWT menggariskan orang tua dan anak sebagai hubungan yang abadi dan tak terpisahkan.

metode parenting islami
shutterstock.com

Ketika Allah SWT menganugrahkan seorang bayi bagi sepasang suami istri. Itulah pertanda Allah SWT memberikan mereka kepercayaan untuk menjalankan fungsi Pengasuhan.

Islam menganjurkan parenting hendaknya berlandaskan kepada nilai-nilai keislaman. Segala perilaku dan ucapan orang tua tidak boleh menyimpang dari ajaran dalam Al-Quran dan Hadist.

Dengan demikian, anak akan tumbuh dengan pemikiran dan kepribadian yang islami dan diridhoi Allah. Islam tidak menganjurkan bagi orang tua untuk mengajarkan agama secara keras dan otoriter.

Misalnya mewajibkan kerudung bagi anak di usia balita. Justru Islam memberikan kebebasan bagi anak untuk mengeksplorasi dunia mereka sepuasnya tanpa mengenakan aturan-aturan syariat yang non-tauhid.

Pengertian Islamic parenting ialah orang tua harus dapat mengikuti perkembangan anak. Memberikan pelajaran agama ala kadarnya dan sesuai dengan usia mereka.

Selalu mengamalkan sifat-sifat Al-Quran seperti sabar, telaten, berkata lemah lembut, bijaksana dan sifat-sifat terpuji lainnya.

Pada kesempatan kali ini, Kita akan membahas beberapa tips parenting Islami sesuai ajaran nabi dan rasul. Menerapkan metode parenting islami adalah upaya untuk menciptakan generasi baru yang taat beribadah, taat kepada kedua orang tua, dan nantinya bisa mengajak kedua orang tuanya ke surga.

Baca juga: Metode Parenting Anak Usia Dini

Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Menurut Islam

Orang tua merupakan sosok yang nantinya akan paling berpengaruh dalam pelaksanaan metode parenting Islam. Sebelum memasuki jenjang sekolah, setiap harinya anak akan bersama dengan orang tua.

Selama proses tersebut, sesungguhnya anak banyak sekali meniru tindakan orang tua seperti ucapan, kebiasaan, perilaku, dan sejenisnya. Oleh karenanya Islam merumuskan bentuk-bentuk dari orang tua yang baik itu seperti apa.

Tujuannya agar para calon orang tua bisa mempersiapkan diri sebelum mereka menikah dan berhadapan langsung dengan si kecil. Berikut kriteria orang tua yang baik menurut Islam:

1. Jangan Mudah Memarahi Anak

Islam mengajarkan bahwa tidak ada seorangpun yang terlahir jahat. Kebaikan atau keburukan seorang anak tergantung kepada lingkungannya.

Mungkin saja temannya di sekolah, tontonan televisi yang dia lihat, konten di media sosial, atau justru malah karena meniru sikap perilaku orang tua. Oleh karena itu jangan mudah memarahi anak karena kesalahan yang mereka lakukan.

Jika anak sedang nakal, tugas paling penting dari orang tua adalah menyelidiki dari mana anak meniru tindakan tersebut. Katakan dengan lembut kepada anak bahwa tindakan tersebut tidak baik dan jelaskan sebab dan alasannya.

2. Tidak Memanjakan Anak

Setiap orang tua tentu ingin memberikan apapun yang anak mereka mau. Ibarat pepatah, orang tua rela banting tulang untuk membahagiakan anak mereka.

Dalam Islam, memberi anak fasilitas besar tidak masalah asalkan tidak berlebihan. Terlalu memanjakan anak akan berdampak buruk pada tumbuh kembangnya.

Jika anak rewel meminta sesuatu. Anda dapat berdialog dahulu dengan mereka, misalnya mengapa mereka meminta itu, apa manfaatnya, berapa harganya dan lain-lain.

Jika rasanya belum terlalu butuh, Anda dapat memberikan pengertian bahwa barang tersebut belum terlalu dibutuhkan.

3. Memberi Anak Tanggung Jawab

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, orang tua juga perlu mengajarkan tentang tanggung jawab sejak dini kepada anak. Tanggung jawab ini terutama kepada dampak-dampak yang mereka sebabkan sendiri, misalnya membereskan mainan atau menata buku ke dalam tas sebelum sekolah.

Tanggung jawab akan membuat anak menjadi mandiri dan konsekuen dengan kegiatan yang mereka lakukan. Anak yang terbiasa bertanggung jawab akan tumbuh menjadi sosok yang produktif, jujur, serta aktif dalam mengambil peran dalam suatu kegiatan atau organisasi.

4. Memberikan Teladan Baik

Poin terakhir dan sangat penting, peran orang tua dalam mendidik anak dalam Islam adalah menjadi contoh yang baik untuk mereka. Anak tidak suka mendengarkan, mereka lebih pintar meniru perilaku dari orang-orang sekitarnya.

Jika orang tuanya memiliki kebiasaan yang baik, Insyaallah kebiasaan tersebut akan menjadi kebiasaan anaknya juga. Oleh karena itu, penting sekali bagi setiap orang tua untuk kompak membiasakaan hal-hal yang baik di depan anak.

Misalnya saling berdialog dengan santun, shalat berjamaah, berbagi kepada sesama, murah senyum, membaca doa-doa sebelum memulai aktifitas, dan lain sebagainya.

Baca juga: Membentuk Pribadi Anak Gemar Beribadah

Metode Parenting Islami sebagai Solusi

Buah hati adalah amanah terindah dari Allah SWT kepada setiap insan. Selain kehadirannya sangat membahagiakan, anak juga merupakan tanggung jawab akhirat yang kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban.

Sebagai orang tua, ilmu parenting dalam Islam sangatlah penting. Parenting Islam mengajarkan bagaimana orang tua mendidik anak dengan baik sehingga kelak menjadi anak yang shalih dan shalihah.

Langsung saja, berikut beberapa metode parenting Islami yang bisa diterapkan para orang tua:

1. Mengajak Anak Shalat Berjamaah

Mengajak shalat berjamaah adalah upaya memperkenalkan anak dengan ibadah-ibadah wajib dalam Islam. Meskipun anak masih berusia 3-5 tahun dan belum memungkinkan untuk menghafal bacaan dan gerakan shalat, minimal mereka akan merasa sudah akrab dengan ritual tersebut.

Namun begitu, berikan ajakan dengan lembut dan santun. Hindari memaksa anak karena alih-alih akan membuat mereka tertarik, justru mereka akan terpaksa dan menganggap shalat sebagai ritual yang menakutkan.

Ajak anak shalat dengan kata-kata yang lembut dan membuat mereka nyaman. Ajarkan hal ini menjadi bagian dari sebuah kebutuhan yang menyenangkan.

2. Menceritakan Kisah-Kisah Inspiratif

Dalam metode parenting Islami, orang tua bisa menggunakan cerita atau kisah inspiratif yang dilakukan tokoh-tokoh muslim. Ada banyak sekali kisah-kisah inspiratif yang dapat menjadi sarana anak-anak belajar tentang nilai Islam.

Kisah tersebut bisa berupa kisah para nabi terdahulu, kisah Nabi Muhammad, para sahabat, para ulama hingga para pemuda Islam yang menginspirasi.

Cerita-cerita seperti ini memiliki banyak sekali manfaat bagi tumbuh kembang anak, diantaranya mengaktifkan sel motorik mereka dengan berimajinasi. Membuat mereka semakin tertarik untuk belajar Islam dan menganggapnya sangat menarik, serta mengambil pesan-pesan yang baik dari cerita tersebut.

3. Menemani Anak Bermain

Jika orang tua sering menemani anak bermain, hal itu akan menumbuhkan rasa percaya dan chemistry anak kepada orang tua. Jika sudah demikian, barulah anak akan berani terbuka, patuh, menghormati, dan menjadikan orang tuanya sebagai teladan hidupnya.

Hubungan seperti inilah yang ideal menurut Islam. Masalahnya kini banyak orang tua yang sama-sama menghabiskan waktu mereka dalam sehari untuk mengejar karir.

Tidak sempat untuk sekedar menemani anak mereka bermain dan berkembang. Padahal pada usia kanak-kanak, saat itulah kepribadian dan watak mereka terbentuk.

4. Membiasakan Membaca Doa Sehari-hari

Jangan lupa membiasakan anak untuk membaca doa sehari-hari seperti doa sebelum makan, sebelum naik kendaraan. Sesudah keluar dari wc dan lain sebagainya. kebiasaan-kebiasaan inilah yang nantinya akan membekas kepada mereka sampai sesudah dewasa.

Para orang tua muslim tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka, salah satunya dengan menerapkan metode parenting Islami. Semoga Kita semua kelak mendapatkan karunia anak yang shalih dan shalihah.

Tinggalkan komentar