Metode Parenting Anak Usia Dini

Masa kanak-kanak merupakan fase sangat potensial bagi para orang tua untuk menanamkan metode parenting anak usia dini. Pada usia 4 hingga 5 tahun, anak-anak sesungguhnya sudah bisa menanggap ucapan orang tua, misalnya meminta mereka mengambilkan sesuatu, atau melarang nonton TV terlalu dekat.

parenting anak usia dini
kanalparenting.com

Pada fase ini, orang tua sudah bisa menanamkan nasehat-nasehat ketika mereka melakukan kesalahan atau sembrono sehingga melukai mereka. Tidak mengherankan jika dalam ilmu parenting, usia anak ini sangat membutuhkan pendampingan yang cukup agar mereka dapat belajar sesuatu dengan benar.

Pada kesempatan kali ini, Kita akan membahas beberapa tips parenting untuk anak usia dini. Tujuannya untuk memunculkan karakter yang positif pada anak, mengarahkan mereka kepada bakat yang mereka miliki dan melatih kemampuan dalam menyampaikan sesuatu.

Baca juga: Cara Mendidik Anak Laki-laki Sejak Bayi

Parenting Anak Usia Dini yang Harus Diperhatikan

Metode parenting anak usia dini sangat menentukan tumbuh kembang anak, baik dalam fisik ataupun motorik. Pengasuhan yang tepat dari orang tua dapat memicu kecerdasan dan kemandirian anak dalam melakukan sesuatu.

Beberapa metode bahkan bisa meningkatkan kepercayaan diri anak ketika mereka dewasa.

Berikut beberapa tips parenting anak untuk usia dini:

1. Memberikan Contoh yang Baik

Anak tidak pandai mendengarkan, tapi mereka pandai meniru. Jika Anda sering membuang sampah sembarangan, mereka juga akan melakukannya.

Bila Anda segera membereskan piring setelah makan. Maka mereka juga akan meniru kebiasaan yang sama.

Lihat saja para orang tua yang suka marah dan berteriak. Tak perlu waktu lama maka anak pun akan meniru apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan.

Sebuah pepatah mengatakan ‘ayah kencing berdiri, anak kencing berlari.’ Pepatah tersebut menunjukkan bahwa anak adalah cerminan kedua orang tua.

Oleh karenanya, kematangan mental seseorang sangat penting sebelum menikah agar kelak ketika menjadi orang tua mereka bisa menjadi contoh yang baik.

2. Mengajak Bermain

Anak-anak belum mengenal konsep ibu atau ayah. Yang mereka tau adalah sosok yang mengajak mereka bermain dan melindungi mereka.

Oleh karena itu, orang tua harus menjadi teman yang memahami keinginan mereka. Misalnya, anak di usia tersebut sedang waktunya bermain, oleh karenanya orang tua perlu mengajak bermain.

Memang sangat penting mengadopsi cara mendidik anak sesuai umur. Jangan memaksa mereka terlalu lama belajar jika yang mereka inginkan adalah bermain.

Ijinkan anak menikmati masa tanpa beban mereka dengan puas dan jangan paksakan diri untuk terlalu mengatur jadwal mereka.

3. Gunakan Kalimat Anjuran bukan Perintah

Setiap kalimat orang tua memberikan dampak besar bagi anak. Terutama jika orang tua sering berkata ‘jangan.’ Misalnya ‘jangan lari-lari’ atau ‘jangan bermain dekat pagar’ atau sejenisnys.

Isi kalimat tersebut memang tidak salah akan tetap pengucapannya akan menimbulkan konotasi negatif dan tidak berdampak optimal bagi anak. Ubahlah kalimat larangan tersebut dengan kalimat anjuran, misalnya ‘jalan pelan-pelan’ atau ‘bermain di sekitar sini saja.’

Dampaknya anak akan menjadi lebih penurut karena konotasi kalimat lebih ramah. Usahakan juga selalu berbicara menggunakan nada rendah, bukan teriakan. Hal ini sangat mempengaruhi mental anak.

4. Berikan Dukungan kepada Anak

Anak terlahir dengan bakat masing-masing. Bisa jadi bakat tersebut sama dengan orang tua atau bisa juga sangat berbeda.

Apapun itu, orang tua perlu mendukung mereka untuk menggeluti bidang yang mereka sukai. Cara ini adalah langkah paling efektif untuk membantu kesuksesan anak setelah dewasa, bukan membebani mereka dengan berbagai tuntutan.

Selama hobi anak positif, tidak ada alasan orang tua tidak memberikan dukungan. Hindari mendikte anak karena tindakan tersebut hanya akan membuat anak tertekan dan tidak bertumbuh dengan maksimal.

Cara Mendidik Anak Usia Dini menurut Islam

Islam juga memiliki metode parenting anak usia dini tersendiri. Tujuannya sesungguhnya sama yakni untuk mencetak generasi mudah yang cerdas, kreatif, dan religius. Langsung saja, berikut tips dan cara mendidik anak usia dini menurut Islam:

1. Membacakan Shalawat atau Ayat Al-Quran

Orang tua perlu menerapkan tips parenting ini bahkan ketika seorang anak masih berada dalam kandungan. Manfaat memperdengarkan shalawat nabi atau bacaan ayat-ayat suci Al-Quran ialah, menenangkan.

Mulai bacakan sejak di dalam rahim agar senantiasa mendapatkan perlindungan dan berkah dari Allah SWT dll. Akan jauh lebih baik jika bacaan-bacaan tersebut langsung dilafadkan oleh sang ibu atau ayah, tidak melalui audio semata.

Ini akan memberikan ikatan yang kuat antara sang ibu dan anak agar keduanya terhindar dari gangguan jin yang terkutuk. Insyaallah, anak akan tumbuh menjadi sosok yang shalih dan shalihah.

2. Mengajak Beribadah Sejak Kecil

Seorang anak baru mendapatkan kewajiban shalat yang sesungguhnya pada usia 7 tahun. Sebelum menginjak usia tersebut, seorang anak harus sudah mendapatkan pelajaran mengenai bagaimana melaksanakan shalat, apa hukum melaksanakan, berapa kali shalat wajib dalam sehari, apa saja bacaan-bacaannya dan lainnya.

Membiasakan shalat memang tidak bisa dalam waktu satu atau dua hari saja. Orang tua harus menanamkan sikap tersebut agar anak-anak meniru mereka.

Ajak anak shalat berjamaah setiap hari, pangku mereka ketika sedang membaca Al-Quran, berdzikir dan amalan-amalan lainnya.

3. Membacakan Kisah-Kisah Para Nabi

Dalam ilmu parenting khususnya terkait parenting anak usia dini maka membacakan cerita kepada anak-anak terbukti sangat baik untuk tumbuh kembang mereka. Cerita atau dongeng dapat merangsang imajinasi seorang anak untuk mengembangkan isi pikiran mereka.

Belum lagi jika dalam cerita tersebut mengandung pesan moral yang bermanfaat bagi pembelajarannya. Islam menganjurkan para orang tua untuk membacakan dongeng atau cerita para nabi dan rasul sejak dini.

Tujuannya untuk memperkenalkan pengetahuan agama. Anak-anak akan mengenal Islam sebagai agama yang menyenangkan, tidak membosankan, serta penuh dengan tokoh nan menarik.

4. Memberi Nama yang Baik

Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memberikan nama yang baik bagi anak-anaknya. Lalu, bagaimana makna nama yang baik dalam Islam?

Nama yang baik dalam Islam tentu adalah nama-nama yang mempunyai makna baik, bukan sekadar nampak keren belaka. Selain itu, nama anak juga bisa merujuk kepada nama para tauladan di masa dahulu.

Misalnya seperti Uwais Al-Qarni atau nama para nabi yang patut menjadi panutan seperti Sulaiman,  Daud, Ahmad atau Muhammad. Tak harus menggunakan nama arab, nama yang kesukuan pun tidak masalah asalkan merujuk kepada arti yang baik dan mulia.

Baca juga: V Abhiraj Jurnalistika itu Nama Anakku

5. Membiasakan Pentingnya Berbagi

Wajar saja jika seorang anak sering rebut dengan temannya karena mainan, permen, minuman dan lain sebagainya. Anak kecil belum memahami apa makna berbagi atau memberi kepada teman atau orang lain.

Dari sini, peran orang tua sangat penting untuk mencontohkan tindakan berbagi atau memberi terhadap anak. Kebiasaan-kebiasaan ini bisa dari hal-hal kecil terlebih dahulu misalnya memberikan sisa tulang ikan kepada kucing.

Membagi makanan atau jajanan kepada teman sebaya. Selalu menawarkan makanan apa saja kepada anak atau anak minta jajan itu tidak masalah selama bisa mengajarkan mereka tidak pelit atas apa yang mereka miliki.

Demikian beberapa tips metode parenting anak usia dini yang sangat recommended untuk Anda terapkan. Jangan lupa untuk istiqomah mendoakan anak agar kelak mereka dapat menjadi anak yang berguna bagi orang-orang di sekitarnya.

Tinggalkan komentar