Mengatasi Speech Delay dengan Cara Sederhana

Ingat betul, dulu saat anak berusia 2 tahun dan masih minim kosa kata atau yang lebih dikenal speech delay saya begitu khawatir. Tak perlu waktu lama, saya bersama suami sebagai orang tua pun mencari referensi apa yang harus dilakukan.

anak speech delay
kanalparenting.com

Menemukan satu cara untuk bagaimana anak semata wayang V Abhiraj Jurnalistika bisa tumbuh kembang normal. Terutama dalam kaitan berbicara yang kala itu memang berada di bawah rata-rata seusianya.

Bagi kebanyakan orang tua bisa jadi mereka akan cukup panik. Melihat anak kesayangan tidak tumbuh kembang optimal.

Tumbuh kembang yang baik itu tidak hanya terlihat pada fisik semata baik itu tinggi maupun berat badan. Lebih dari itu juga pada kemampuan verbal dan motorik kasarnya.

Di mana dalam usia tersebut seharusnya ia mengenal setidaknya 50 kata sederhana. Kata-kata yang setiap hari sering didengar seperti ayah, ibu, kakak, minum, makan, kakek, nenek, dan lain-lain.

Saya percaya setiap anak berhak untuk mencapai titik kembang optimal. Dan peran orang tua dan lingkungan akan sangat memengaruhi itu semua.

Dari berbagai literatur yang saya dapat ternyata para orang tua bisa memantau tumbuh kembang anak sejak dini. Hanya saja kadarnya berbeda satu sama lain.

Kondisi tidak baik ini sejatinya akan terlihat sejak usia 3 bulan. Namun para orang tua biasanya akan sadar betul saat anak menginjak usia 2 tahun.

Mereka yang konsen dengan tumbuh kembang anak akan memperhatikan saat anak usia 3 bulan maka sudah ada suara yang dikeluarkan. Suara tanpa arti ini biasa disebut sebagai bahasa bayi sebagai respon atas apa yang terjadi di sekitar mereka.

Semisal bila anak merasakan senang atau melihat sesuatu yang lucu akan mengeluarkan suara yang berbeda saat kondisi tidak nyaman atau melihat sesuatu yang bikin tidak nyaman.

Periode tumbuh kembang anak ini akan terpantau dan terdapat perbedaan setiap kelipatan 3 bulan. Selanjutnya saat usia 6 bulan bayi akan mengeluarkan kata berulang semisal pa pa, ma ma, ba ba dan lain-lain.

Anak pada usia 12 bulan atau satu tahun biasanya sudah paham akan hal-hal sederhana seperti mana senyumnya, tertawa dong atau ayo ke sini.

Saat anak usia 18 bulan seyogyanya ia bisa mengucap beberapa kata dasar meski tidak jelas pengucapannya. Semisal ia ingin makan, maka yang terdengar bisa jadi mam. Atau ia ingin minum maka yang terdengar adalah mik.

Menjadi penting pula bagi orang tua untuk miliki buku tumbuh kembang anak. Dengan buku kecil ini para orang tua bisa memantau tumbuh kembang anak seperti apa.

Penyebab Speech Delay

Dati apa yang saya pelajari juga speech delay atau keterlambatan bicara bisa disebabkan oleh beberapa hal. Dengan demikian pun tentu ada beberapa cara untuk atasi hal tersebut.

Kondisi Speech Delay ini setidaknya bisa dibedakan menjadi 2 klaster

1. Speech Delay Fungsional

Kondisi ini tergolong ringan karena tidak ada masalah dalam organ tubuh anak dan hanya membutuhkan stimulasi yang tepat.

2. Speech Delay Non-Fungsional

Dalam beberapa kasus kondisi speech delay ini disebabkan oleh faktor-faktor yang penanganannya membutuhkan tenaga ahli atau khusus karena ada kelainan seperti kondisi autisme dan atau ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Selain itu bisa jadi karena tidak fungsinya organ pendengaran dan mulut.

Paling umum keterlambatan bicara ini sering terjadi karena kurang aktifnya orang tua memberi rangsangan kepada anak. Orang tua yang pasif dan jarang berinteraksi dengan anak akan direspon dengan cara serupa.

Dikutip dari laman Pauddikmasdiy.kemdikbud setidaknya ada 6 faktor yang menjadi penyebab speech delay.

Faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Sering Main Gawai dan Menonton Televisi

Tanpa disadari kondisi ini sering kali dibuat tanpa sengaja oleh para orang tua. Dan jujur saja kala itu mungkin karena saya memberikan porsi cukup besar bagi anak usai satu tahunan untuk menikmati screen time baik itu via gawai dan televisi.

Sementara itu saya lebih banyak bergulat dengan kebutuhan untuk membereskan rumah. Mulai dari beres-beres, memasak dan mencuci.

Untung saja belum terlambat dan saya menyadari bahwa itu bukan hal yang tepat. Di mana saya harus lebih banyak membersamai dalam kondisi apapun tanpa ada gawai dan televisi.

2. Minim Interaksi Orang Tua

Orang tua pekerja kadang fokus dengan apa yang ditugaskan atasan kepadanya dan membuat lupa bahwa ada anak yang butuh perhatian. Padahal anak juga butuh perhatian khusus guna mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.

Anak di usia keemasan sangat membutuhkan peran aktif orang tua untuk lebih banyak membersamai. Sebisa mungkin usahakan waktu yang lebih banyak bersama dengan anak.

3. Gangguan Pendengaran

Faktor lain yang bisa menyebabkan speech delay adalah adanya gangguan pendengaran. Hal ini akan terdeteksi bila anak tidak memberikan respon atas suara yang terjadi di sekitar mereka.

Segera bawa ke dokter spesialis anak untuk menemukan solusi terbaik. Jangan biarkan berlarut dan terlalu lama agar tidak kian parah.

4. Kelainan Organ Bicara

Faktor lain yang berkaitan dengan organ tubuh yang menyebabkan speech delay juga bisa terjadi bila ada kelainan organ bicara. Termasuk di dalamnya antara lain lidah pendek, bibir sumbing, kelainan bentuk gigi dan rahang hingga kelainan laring atau sistem pernapasan.

Bila kondisi ini ditemukan juga ada baiknya untuk dikonsultasikan dengan ahlinya. Tujuannya untuk menemukan solusi tepat apa yang bisa dilakukan oleh orang tua.

5. Autisme

Autisme menjadi satu kondisi yang benar-benar harus diperhatikan para orang tua. Bukan hanya terkait dengan gangguan bicara tapi secara keseluruhan.

Salah treatment atau perlakukan akan membuat semakin fatal. Hal ini karena mereka yang terkena autisme butuh treatment komplek dan berkelanjutan.

Bukan hanya gangguan bicara saja tapi juga nampak pada yang lain. Mulai dari gangguan kognitif, perilaku, komunikasi, hingga interaksi sosial.

6. Hambatan pada Otak dan Syaraf

Faktor lain yang dapat menyebabkan speech delay adalah adanya gangguan pada otak, terutama di daerah oral motor. Hal ini ditandai dengan adanya kesulitan mengolah suara.

Sementara itu untuk syarat lebih pada tidak berfungsinya sistem neurologis. Sebagai contoh anak yang mengalami distrofi otot maka ia akan kesulitan memproduksi kata.

Cara Mengatasi Speech Dealy Pada Anak

Setelah mengetahui ada 6 faktor yang menyebabkan speech delay maka kami sebagai orang tua menjadi paham. Apa-apa saja yang kemudian bisa kami lakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Untuk faktor pertama dan kedua nampaknya kami bisa langsung berperan aktif. Lain cerita bila faktor non fungsional yang ada maka pastinya kami akan meminta mereka yang ahli.

Beberapa langkah kecil yang bisa dilakukan antara lain:

1. Lebih Banyak Diskusi Sederhana dengan Anak

Orang tua yang sering mengajak anak untuk berbicara memberi dampak positif bagi anak. Meski terlihat anak belum merespon dengan baik itu sangat dibutuhkannya.

Stimulus ringan tercipta saat ada diskusi sederhana ini. Selain itu bahasa non verbal yang nampak akan menjadi stimulus utama bagi anak untuk bereaksi.

Banyak hal bisa didiskusikan dengan anak semisal apa yang terjadi hari ini. Atau tentang hal apapun yang bisa mencipta keceriaan bersama

2. Bernyanyi Bersama

Bernyanyi menjadi cara paling mudah berekspresi. Selain itu menjadi cara paling mudah menyampaikan pesan ke orang lain tak terkecuali anak.

Kini ada banyak lagu anak-anak yang bisa dinyanyikan. Kegiatan ini juga sangat efektif untuk menambah kosa kata yang dimiliki anak.

3. Membaca Buku Cerita atau Mendongengkan Anak

Alternatif lain yang bisa dipilih tentu saja membaca buku cerita atau mendongeng. Beruntung kita ada di negeri yang kaya akan cerita atau dongeng yang bisa dipilih.

Cerita atau dongeng tersebut juga kaya akan pesan moral yang kelak bisa dipahami anak. Bahwa hal yang baik dan tidak baik telah diajarkan secara tidak langsung di dalamnya.

Bantu Tumbuh Kembang Anak dengan Generos

Satu cara yang cukup efektif dan bisa dilakukan para orang tua untuk mendukung tumbuh kembang anak tentu saja dengan melibatkan Generos. Menjadi suplemen nutrisi otak yang sangat dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang anak di usia keemasan.

Suplemen ini akan membantu dalam melancarkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel jaringan otak. Khususnya di usia golden age.

Generos sebagai nutrisi kecerdasan otak terbukti aman untuk anak karena terbuat dari bahan herbal alami. Dibuat secara khusus untuk menjaga kesehatan tubuh dan perkembangan otak pada anak.

Suplemen ini tanpa efek samping kontradiktif. Dengan demikian aman untuk dikonsumsi setiap anak

Tinggalkan komentar