Kenali 10 Ciri-Ciri Toxic Parents dan Jauhkan Sifat ini

Mungkin kita sering mendengar kata atau istilah toxic yang secara sederhana dapat dikatakan sebagai satu kondisi yang suka menyusahkan orang lain. Dalam kaitan toxic parents maka dapat dikatakan sebagai orang tua yang tidak memperlakukan anak dengan baik.

anak korban toxic parents
pixabay.com

Dalam praktiknya akan muncul berbagai tindakan yang seringkali merugikan anak. Baik itu untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang.

Oleh karena itu menjadi penting bagi para orang tua untuk memahami apa itu toxic parents. Tujuannya untuk menjadi rem atau pengingat jangan sampai kita sebagai orang tua menjadi salah satu pelaku tindakan tidak terpuji ini.

Baca juga: Metode Parenting Keluarga dan Kesalahan dalam Parenting yang Perlu Diketahui

Penyebab Toxic Parents yang Sering Muncul

Berbicara tentang penyebab toxic parents tentu ada banyak hal yang melandasi kenapa orang tua bisa berbuat demikian. Bisa jadi karena ada trauma masa lalu, kecanduan obat terlarang, adanya ketakutan yang berlebih, salah informasi dan lain-lain.

Apapun itu penyebab toxic parents tentu tidak dibenarkan. Mereka yang akan dirugikan atau akan menjadi korban sudah pasti anak.

Kondisi ini biasanya akan muncul saat anak melakukan kesalahan meski dalam skala kecil. Semisal usai bermain tidak merapikan atau makan berantakan.

Bagi yang paham untuk anak-anak hal ini tentu sesuatu yang biasa. Namun lain cerita bagi orang tua yang toxic dimana mereka seringkali tidak memberikan toleransi untuk anak melakukan kesalahan.

Tak ingin anak menjadi korban atas hal ini maka menjadi penting bagi orang tua untuk mengenali ciri-ciri toxic parents. Sejatinya ada banyak tanda atau ciri, tapi yang paling banyak ditemukan adalah sebagai berikut:

Baca juga: 10 Cara Mudah Tetap Sehat di Masa Pandemi

1. Egois atau Mengutamakan Diri Sendiri

Satu ciri yang nampak paling jelas adanya toxic parents adalah egois. Selalu mengutamakan kebutuhan sendiri tanpa peduli yang lain.

Semua yang ada harus menggunakan standar orang tua. Semisal makan itu tidak boleh belepotan, pagi dan sore harus mandi sesuai dengan jadwal.

Tak salah memang apa yang menjadi keinginan orang tua selama anak bisa mendapat pemahaman yang baik. Anak jangan hanya dipaksa untuk ini dan itu tapi mereka juga harus memahami kenapa demikian.

2. Suka Menuntut

Para orang tua pastinya ingin memiliki anak yang baik dan berprestasi. Namun perlu diketahui untuk bisa menjadi baik dan berprestasi itu butuh proses dan latihan.

Tidak serta merta dikatakan hari ini dan terjadi kemudian. Atur ekspektasi orang tua untuk anak sesuai dengan realita dan tekankan pada proses bukan hasil.

3. Sulit Mengendalikan Emosi

Orang tua yang sering marah memiliki kecenderungan untuk sulit mengendalikan emosi. Satu kesalahan kecil bisa menjadi sumbu untuk ledakan besar.

Emosi ini kadang tidak saja nampak secara verbal tapi bisa juga mengarah pada tindakan non verbal. Ingat anak adalah cerminan orang tua, orang tua yang sulit mengendalikan emosi besar kemungkinan karena orang tuanya pun demikian.

4. Suka Mengontrol

Mengatur anak adalah kewajiban orang tua tapi kadar aturan tersebut juga harus diperhatikan. Anak yang terlalu ketat dikontrol justru akan cari cara untuk lepas.

Aturlah anak dengan bahasa yang baik sehingga mereka paham kenapa demikian. Berikan contoh bukan perintah karena cara itu terbukti tidak efektif.

5.Selalu Menyalahkan Anak

Orang tua yang memiliki kecenderungan toxic senantiasa akan menyalahkan anak. Padalah belum tentu anak melakukan kesalahan.

Cara ini bila terus berlanjut akan sangat berbahaya karena mematikan potensi dan kreativitas anak. Bila ini terjadi anak akan lebih memilih berdiam diri daripada berbuat sesuatu dan kemudian dikatakan salah.

6.Sering Mempermalukan Anak

Tanpa disadari bisa jadi para orang tua akan mempermalukan anak. Tindakan nyata yang ada adalah membandingkan anak dengan yang lain padahal mereka adalah pribadi yang unik dan beda.

Terlebih bila tindakan ini dilakukan di depan teman sebaya. Yang ada kemudian anak akan minder dan hilang percaya diri.

7. Merasa Bersaing dengan Anak

Pada sebagian kasus ternyata ada juga orang tua yang merasa bersaing dengan anak. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak yang telah menemukan jati diri dan ternyata orang tua juga memiliki kesamaan.

Bila bersaing dalam hal positif tentu akan meningkatkan kualitas diri anak. Namun bila tidak justru akan membuat anak merasa tertekan.

8. Mengungkit Apa yang Telah Terjadi

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan tak terkecuali anak. Jangan sekali-kali mengungkit kesalahan yang pernah terjadi karena bila tidak bomerang itu akan balik menyerang.

Orang tua yang toxic memiliki kecenderungan melihat apa yang kurang baik pada anak. Sebaliknya mereka akan kesulitan melihat hal-hal baik yang telah anak lakukan.

9. Tidak Memperlakukan Anak dengan Baik

Ingat anak adalah titipan Tuhan dan seyogyanya para orang tua memperlakukan anak dengan baik. Apapun tindakan yang akan dilakukan harus berpikir jauh ke depan.

10. Sarkastik

Satu ciri yang bisa dikatakan seseorang benar-benar toxic parents itu bila orang tua suka berbicara kasar kepada anak. Entah memanggil atau menyapa dengan bahasa yang tidak sepantasnya.

Dalam beberapa kasus bukan hanya kalimat pedas yang akan meluncur tapi juga tindakan kasar yang tidak seharusnya. Sesuatu yang sangat jauh dari kesan orang tua yang baik kepada anak akan muncul di sini.

Jangan sampai orang tua melakukan tindakan atau memberikan perkataan yang akan menghancurkan anak. Para orang tua pun hendaknya bisa menempatkan diri harus berada di titik apa. Tujuannya agar jangan sampai toxic parents ini muncul dan merugikan masa depan anak.

Tinggalkan komentar