Trik-trik Cara Mendidik Anak Usia 7 Tahun Yang Proporsional

Menjadi orang tua memiliki tantangan tersendiri khususnya dalam cara mendidik anak usia 7 tahun, khususnya mereka yang laki-laki. Pada usia 7 tahun, mendidik anak yang sedang berada dalam masa-masa awal memasuki sekolah. Saatnya anak mulai untuk mengenal dunia yang lebih luar lebih luas lagi.

cara mendidik anak usia 7 tahun
pixabay.com

Tatkala memasuki usia 7 tahun, anak sebetulnya telah memiliki bekal yang cukup untuk menempuh jenjang pendidikan dasar. Hal ini karena mereka sebelumnya telah melalui fase pendidikan usia dini seperti PAUD dan TK. Anak telah siap berada dalam situasi sosial dengan cakupan yang lebih umum.

Kiat atau Cara Mendidik Anak Usia 7 Tahun

Keputusan memasukkan anak ke dalam jenjang pendidikan dasar tentu merupakan kebijakan yang serius dan matang. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan usia sang anak tapi juga kesiapan mentalnya.

Karena akan lebih sering berinteraksi dengan dunia luar, maka penting kiranya untuk memiliki kiat-kiat mendidik anak agar tidak lepas dari pemantauan orang tua. Berikut adalah beberapa kiat cara mendidik anak usia 7 tahun diantaranya:

Baca juga: Hal-hal Penting Mengenai Cara Mendidik Anak Laki-Laki

1. Menjaga Intensitas Komunikasi

Sejak bayi hingga usia masuk sekolah, orang tua tentu telah mengajarkan banyak hal termasuk yang berkaitan dengan mental dan rasa percaya diri pada anak. Hal tersebut sudah menjadi bekal yang cukup sebenarnya bagi anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya yang baru. Akan tetapi tetap perlu adanya pengawasan.

Karena telah beranjak tumbuh, bukan lagi mendidik anak sebagai seorang bayi. Untuk itu pola pengasuhannya pun juga agak berbeda. Beri anak kepercayaan lebih agar memiliki keberanian untuk aktif dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Interaksi dengan lingkungan baru membuat anak memiliki pengetahuan baru pula. Hal ini tidak jarang menyebabkan anak mulai dapat membantah atau berargumen ketika berbincang dengan orang tua.

Untuk mengatasi hal tersebut, orang tua dapat mengajak anak mengobrol ringan dan berdiskusi. Ajak anak untuk berdialog sehingga anak memiliki keterampilan dialog yang benar.

Tidak hanya sekadar mencaci atau memaki tapi lebih baik dari itu, anak akan dapat menyampaikan argumennya secara lugas dan proporsional.

2. Tetapkan Batasan yang Jelas

Beri anak kelonggaran dalam menjalani kehidupannya. Namun tetap berikan batasan yang jelas mengenai apa yang tidak boleh terjadi pada anak.

Jika anak terlalu mendapat pengawalan ketat orang tua tentu akan menyebabkan sang anak tumbuh menjadi anak yang manja dan tidak mandiri dalam mengatasi problemnya sendiri.

Maka dengan memberi ruang gerak yang cukup dan batasan yang jelas dapat menjadi solusi. Kiat atau tips cara mendidik anak usia 7 tahun yang tepat mampu mengoptimalkan anak untuk bisa tumbuh dan berkembang.

Selain itu pastinya juga bisa memudahkan dalam menuntaskan tugas perkembangan dan melewati batasan-batasan perilaku sebagai anak-anak. Kalau perlu berilah hukuman tapi hal ini menjadi jalan terakhir dan terjadi ketika anak juga mengakui kesalahannya.

Baca juga: Menyiapkan Tugas Perkembangan Anak 5 Tahun

3. Berbincang dengan Kepala Dingin

Ketika anak melakukan argumen pada orang tua, sebenarnya itu adalah bentuk ia membela diri. Namun apabila ia merasa telah bersalah akan tercipta momen di mana antara orang tua dan anak saling diam.

Sebetulnya momen ‘perang dingin’ ini lebih baik dan dapat mencegah kemarahan yang meledak-ledak. Berikan waktu untuk saling merenung sebentar. Kemudian ajak dialog dengan anak tanpa harus menyudutkan sang anak.

Hal ini dapat menyebabkan anak takut untuk mengakui kesalahannya karena meresa orang tua tidak menyayangi mereka. Jangan biarkan terus-menerus yang berakibat hubungan antara anak dengan orang tua bisa berjarak.

4. Ucapkan Kalimat-kalimat Baik

Semarah apa pun usahakan tetap menggunakan kalimat yang baik dan tepat untuk anak. Sebab apabila terucap sekali saja kata-kata kasar, anak bisa menjadikan orang tuanya sebagai contoh buruk dan akan semakin bebal untuk menerima instruksi dari orang tua.

Hindari pikiran buruk kepada anak sebelum menemukan faktanya. Sekalipun melakukan kesalahan, anak juga perlu dukungan orang tua yang mau membenarkan dan memperbaiki apa yang seharusnya dari kesalahan tersebut.

5. Ruang Diskusi Terbuka

Anak melakukan adalah kewajaran justru pada masa tumbuh dan berkembanglah anak berada dalam fase trial and error. Menemukan kebenaran-kebenaran normatif dari serangkaian kesalahan yang ia saksikan dan alami. Maka janganlah langsung menjustifikasi berlebihan terhadap kesalahan anak.

Kunci penyelesaian masalah adalah pada komunikasi. Dalam hal ini yakni bersangkut paut dengan negosiasi. Diskusikan kronologi kesalahan dan motif anak melakukan kesalahan tersebut. Setelah itu, orang tua dapat memberi pengarahan sebagai pembelajaran bagi anak ke depannya.

Jangan buat situasi tegang dan cenderung menyudutkan anak sebagai pelaku. Dialog dengan anak dapat membantu anak menemukan solusi dari kesalahan yang telah ia lakukan.

Pecahkan kasus tersebut bersama-sama sehingga anak akan lebih hati-hati lagi dalam mengambil keputusan. Ia akan menimbang saran dari orang tuanya.

6. Menerapkan Sanksi Rasional

Sanksi atau hukuman memang perlu untuk menciptakan rasa jera. Tetapi sebisa mungkin jangan melakukan kekerasan fisik kepada sang anak. Berilah sanksi yang rasional dan konstruktif terhadap kepribadian anak sebagai salah satu cara mendidik anak usia 7 tahun yang pas.

Sanksi positif bisa seperti membersihkan area tertentu, mencuci piring kotor atau pembatasan kesenangan. Cara terakhir biasanya lebih ampuh karena jiwa anak-anak adalah jiwa bebas dan petualang.

Anak akan tersiksa jika kebebasan atau kesenangannya terkekang. Ia pasti akan melakukan apa saja agar bisa mendapat kesenangannya lagi. Maka berilah sanksi yang rasional dan tidak destruktif.

7. Menanamkan Nilai-nilai ‘Respect’

Respect menjadi poin penting di sini. Sebab rasa hormat-menghormati memang sudah sepatutnya sejak dini dipupuk. Beri anak ruang dan waktu untuk melakukan kesenangannya dan menyampaikan pendapatnya.

Anak akan menghormati orang tua yang memberi ruang gerak kepada anak. Cara ini juga sangat ampuh dan efektif untuk mengajarkan hal baik kepada anak.

8. Etika Kesopanan Sejak Dini

Nilai etika dan adat haruslah segera anak dapatkan. Terlebih anak usia 7 tahun telah memasuki lingkup sosial yang baru. Penting sekali untuk mengajarkan perihal kesopanan sebagai bagian dari cara mendidik anak usia 7 tahun.

Dengan demikian anak menjadi paham untuk bagaimana bersikap di tempat dan situasi tertentu.

9. Menjadi Teladan yang Baik Bagi Anak

Sebaik-baik perintah adalah menjadi teladan. Ungkapan tersebut benar adanya sebab anak akan meniru apa yang menjadi ‘kiblat’ tingkah laku.

Mau orang tua setegas apa pun dalam memberi perintah akan lebih efektif jika orang tua juga menjadi model meniru yang baik bagi anak.

10. Menghargai Tindakan Baik

Poin kesepuluh ini sebenarnya berkaitan dengan ‘respect’ pada paragraf sebelumnya. Apabila anak sampai melakukan argumen mengenai suatu hal, itu sebenarnya adalah keinginan untuk memperoleh pengakuan.

Di titik ini, menghargai kebaikan menjadi penting bagi anak agar anak dapat mengerti dan senang melakukannya.

Tindakan menghargai mampu merangsang sinyal positif pada benak anak sehingga anak bisa berkesimpulan bahwa berbuat baik adalah hal yang menyenangkan dan bermanfaat untuk orang lain.

Hal tersebut secara alamiah mendidik anak melakukan kebaikan-kebaikan lain bukan lagi karena ajaran melainkan keinginan murni anak.

Ya, itu tadi beberapa tips atau cara mendidik anak laki-laki usia 7 tahun yang baik dan benar. Semoga bisa bermanfaat khususnya bagi Anda yang memiliki anak laki-laki dengan problem yang sama.

Tinggalkan komentar