7 Kiat Cara Mendidik Anak Perempuan dalam Islam

Menjadi orang tua tentu merupakan kewajiban untuk mengetahui cara mendidik anak perempuan menurut Islam. Butuh perlakuan khusus yang agak berbeda dari cara mendidik anak laki-laki.

cara mendidik anak perempuan
pixabay.com

Sama halnya anak laki-laki, Ia harus mendapatkan perhatian dan kasih sayang penuh dari orang tuanya. Namun demikian tetap harus ada perlakuan yang berbeda untuk hasilkan generasi terbaik.

Dalam Islam, merawat dan mendidik anak adalah kewajiban sebagai orang tua. Tanggung jawab dunia dan akhirat bagi orang tua sebab karena doa anak sholih dan sholihah lah bisa jadi dapat mengantarkan orang tuanya masuk surga.

Siapa yang tidak ingin masuk surga terlebih bersama anak dan keluarga tercinta?

Kiat Mengajar dan Cara Mendidik Anak Perempuan

Tidak hanya sebagai anugerah, mendidik anak juga bisa menjadi ujian bagi orang tua. Apakah orang tua akan bersyukur dan mendidiknya dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar atau sebaliknya.

Baca juga: Membentuk Pribadi Anak Gemar Beribadah dan Berbuat Baik

Maka penting kiranya sebagai orang tua untuk mengetahui kiat-kiat atau cara mendidik anak perempuan dalam Islam berikut ini. Dan setidaknya ada 7 kiat yang bisa di pahami dan dilakukan antara lain:

1. Mengenalkan Keesaan Allah

Sebagai umat Islam penting sekali untuk mengenalkan kepada anak ilmu tauhid sejak dini. Cara mendidik anak perempuan menurut Islam adalah penting menyangkut mengenai ketauhidan.

Ajarkan saja dahulu agar anak mampu menirukan dan nantinya lambat laun barulah mulai menjelaskan mengenai konsep agama. Sering-sering anak untuk mendengar kalimat-kalimat Tauhid seperti kalamallah Tahlil atau kalimat Syahadah.

Intensitas ini akan memicu daya ingat anak bekerja dan menghafal dengan sendirinya. Kalimat Tauhid menjadi bekal penting anak untuk kehidupannya kelak sampai ajalnya tiba.

Sebab kalimat inilah yang menjadi dasar keimanan dan harus berpegang teguh padanya. Jika tidak, lambat laun pengaruh dari luar akan meruntuhkan ingatan anak.

Tauhid adalah fondasi seseorang mengenal apa itu iman. Tanpa Tauhid, konsep keimanan akan simpang siur dan melenceng jauh dari apa yang ada dalam kitab suci Al Quran.

Al Quran merupakan kitab suci firman Allah SWT. Al Quran merupakan sebenar-benarnya kebenaran. Tidak ada keraguan di dalamnya.

Perintah yang tercantum dalam Al Quran adalah perintah yang sebenarnya yang sampai hari ini masih sama dan tidak ada perubahan sedikit pun.

Iman kepada Al Quran juga adalah bagian dari Rukun Iman. Adalah harta yang paling berharga bagi setiap umat.

Hal tersebut pulalah yang akan menguatkan landasan beragama manusia. Tanpa iman, agama hanya akan menjadi formalitas syariat saja. Sebegitu krusialnya iman sehingga harus mendapat pendampingan ilmu khusus yang benar.

2. Mengajarkan Rajin Berdoa

Anak adalah peniru yang ulung. Maka dari itu manfaatkan masa kanak-kanak mereka untuk menanamkan hal-hal baik dan ilmu yang manfaat. Anda bisa memulainya dengan mengajari doa-doa keseharian.

Hal tersebut akan membantu menanamkan mahabah anak kepada Allah SWT. Secara alamiah akan menstimulus anak untuk rajin mengingat Allah sehingga anak akan terlindungi dari pengaruh-pengaruh buruk dari dunia luar.

Mulai dari hal yang sederhana saja seperti basmalah dan hamdalah. Baru setelah itu pelan-pelan ajarkan doa-doa pendek.

Selain instruksi menghafal, penting juga untuk rajin mengamalkannya. Seiring jalannya waktu anak akan terbiasa berdoa ketika akan melakukan aktivitas kesehariannya.

Baca juga: Mengenal Metode Parenting Islami

3. Mengajarkan Akhlaqul Karimah

Akhlaqul karimah adalah hal yang substansial bagi setiap manusia. Dengan akhlaqul karimah, manusia jadi tahu mengenai batasan-batasan dalam melakukan sesuatu hal.

Peran orang tua sangat penting untuk mengajarkan tentang akhlaqul karimah. Dan disini menjadi tanggung jawab dari para orang tua agar mereka belajar tentang apa yang seharusnya.

Oleh karena orang tua menjadi direct role model bagi sang anak. Ia haruslah memberi teladan yang baik agar anak dapat mencontoh akhlaqul karimah orang tuanya.

Amalan mengajarkan anak perihal berakhlak mulia adalah wajib sebab akan sangat berpengaruh dalam kehidupan anak sehari-hari nantinya.

Menyangkut-paut perihal akhlak mulia, Nabi Muhammad saw pun bersabda bahwasanya beliau adalah utusan Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak umatnya. Hal ini fakta mengingat akhlak adalah komponen penting dalam kehidupan keseharian khususnya ihwal lingkungan sosial.

Nabi Muhammad saw selalu menekankan betapa pentingnya akhlak mulia itu. Hal ini selaras dengan apa yang terfirmankan dalam Surah Luqman ayat 14 tentang pentingnya berakhlak mulia dan bersyukur.

Seperti yang telah menjadi janji Allah SWT bahwa orang yang bersyukur atas rahmat dan hidayah-Nya, pastilah akan mendapat nikmat yang luar biasa. Betapa pentingnya rasa syukur itu sehingga Al Quran pun memberi penekanan yang sedemikian rupa kepada manusia.

4. Menekankan Pengajaran Fiqih Wanita

Seperti yang telah mahsyur di dalam banyak hadits, kewajiban orang tua adalah memberi pendidikan terbaik untuk anaknya. Hal tersebut juga termasuk perihal fiqih perempuan.

Mengenai hal-hal khusus perempuan, haruslah sang ibu yang mengajarkan karena memang yang lebih mengerti adalah seorang ibu. Mulailah dari mengajarkan bagaimana bertutur kata yang baik.

Tak lupa mengakarkan tentang bagaimana berpakaian yang sesuai syariat sampai hal-hal penting lainnya seperti pernikahan dan datang bulan.

5. Mengenalkan Perihal Dunia Rumah Tangga

Selain mengajarkan ihwal fiqih keperempuanan, keterampilan rumah tangga juga perlu. Hal ini berkaitan dengan keharmonisan rumah tangga yang akan sang anak bina ketika sudah menikah nantinya.

Keterampilan rumah tangga menjadi penting karena bersangkut paut tentang kemandirian sang anak. Sebagai seorang istri, tentu akan bertugas mengatur rumah tangga dengan sang suami.

Apabila suami bekerja, maka pekerjaan rumah tangga, sang istrilah yang mengerjakan. Namun tidak melulu demikian, ada kalanya sang suami juga membantu pekerjaan istri seperti memasak atau merawat anak.

6. Melatih Menjadi Seorang Istri

Cara mendidik anak perempuan menurut Islam selanjutnya adalah tentang bagaimana berperan sebagai seorang istri. Seorang ibu tentulah juga seorang istri dari suaminya.

Maka apabila sang anak telah menginjak usia dewasa atau baligh, perlu kiranya mengenalkan hal-hal yang harus dimengerti sebagai seorang istri jika menikah nantinya.

Bimbingan sang ibu menjadi penting karena apa yang telah menjadi pengajarannya merupakan contoh nyata sebab ibu juga adalah seorang istri. Jadilah teladan yang baik bagi anak perempuan sudah pasti ibunya sendiri.

Dari ibunyalah ia belajar banyak hal. Dengan begitu, besar kemungkinan anak akan menjadi istri yang shalihah nantinya.

7. Menanamkan Teladan Sebagai Seorang Ibu

Selain mengajarkan bagaimana menjadi seorang istri, seorang ibu juga harus mengajarkan bagaimana menjadi seorang ibu. Hal ini menjadi penting karena setelah menikah nanti sang anak setelah menjadi istri dari suami juga besar kemungkinan akan menjadi seorang ibu pula.

Tentu menjadi ibu bukan hanya perkara melahirkan anak saja melainkan juga cara merawat dan mendidik anak. Menjadi ibu juga bukan tugas sementara melainkan tugas seumur hidup hingga ajal tiba nanti.

Karakter anak yang terbangun sejak lama akan berdampak positif terhadap cara anak tersebut berperilaku sebagai ibu nantinya.

Demikianlah beberapa kiat-kiat atau cara mendidik anak perempuan dalam Islam. Bukan hanya pendapat pribadi melainkan perihal mendidik anak juga dari apa yang pernah termaktub sebagai sabda Nabi Muhammad saw.

Tinggalkan komentar